BERITA - politik.infogue.com -
Langkah pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tinggal menghitung hari. Berbagai elemen mahasiswa telah menggeliat dalam beberapa hari terakhir. Mereka melakukan aksinya di sejumlah kota, menolak kenaikan BBM. Termasuk juga elite-elite politik di DPR RI, angkat suara dengan lantang mengkritik kebijakan yang akan diambil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Usul dan desakan juga terlontar dari banyak pakar. Mereka meminta pemerintah meningkatkan penghematan, sebagai solusi alternatif agar tidak menaikkan harga BBM.
Lambatnya pemerintah dalam mengambil keputusan, membuat masyarakat menjadi panik. Bahkan, antrean panjang di SPBU sudah terlihat sejak Rabu (14/5) lalu, termasuk di Balikpapan. Di tengah situasi kalut seperti itu, ada kabar tak sedap dari Jakarta. Sekitar 12 orang anggota DPR RI dari Panitia Khusus Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilihan Presiden, pelesiran membawa istri atau suaminya ke Argentina.
Mereka berangkat menuju negerinya Maradona --legendaLihat Sumbernya
Dikirim
:
34 hari 22 jam lalu - dipopulerkan 34 hari 22 jam lalu
Barangkali hal penting yang perlu mendapat perhatian serius ialah mengantisipasi munculnya kegelisahaan masyarakat terhadap kelangkaan BBM. Sebab, kini masyarakat kian banyak yang mengalami stres akibat antrian panjang berratus-ratus meter dari pompa bensin, hungga memakan waktu berjam-jam. Akan sangat mungkin membuat aturan pembatasan terhadap konsumsi BBM, misalnya mereapkan sistem voucher kepada setiap konsumen, yang isi voucher itu sama halnya seperti isi ulang pulsa telepon genggam. Bila tidak, kan kita sama tahu bahwa masyarakat Indonesia ini punya kesukaan memiliki kendaraan yang berderet-deret sebagai koleksi atau karena alasan lain. Trim.s. Opungregar