BERITA - politik.infogue.com -
, Bogor - Sekjen DPP PDIP Tjahjo Koemolo mengatakan bahwa Rapat Kerja (Raker) pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang digelar di Istana Bogor tidak bermanfaat.
"Evaluasi resmi fraksi kami, itu tidak ada manfaatnya, karena masukan daerah di Musrembang diolah Bappenas, akhirnya tahan keputusan rapat anggaran atau tidak itu tergantung lobi kepala daerah dengan depkeu," ujar Tjahjo di sela Rakornas PDIP di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Kamis (5/8).
Karena itulah Tjahjo mempertanyakan eksistensi Bappenas. Menurutnya, keberadaan Bappenas tidak memberikan manfaat. "Kalau begitu buat apa ada Bapenas, bubarkan saja," tegasnya.
Tjahjo juga menyayangkan penilaian Presiden SBY tentang kegagalan otonomi daerah. Menurut Ketua FPDIP ini, jika pemerintah gagal maka pemerintah pusat juga dikatakan gagal.
"Malah kami pertanyakan presiden mengatakan 85 persen daerah otonomi gagal, harus tidak begitu tidak boleh gitu, kan bawahannya pemerintah pusat, kalau beliau katakan daerah gagal, maka pusat gagal dong," tandasnya. [iaf/mah]
Sumber: inilahcomLihat Sumbernya
, Bogor - Sekjen DPP PDIP Tjahjo Koemolo mengatakan bahwa Rapat Kerja (Raker) pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang digelar di Istana Bogor tidak bermanfaat.
"Evaluasi resmi fraksi kami, itu tidak ada manfaatnya, karena masukan dae
JAKARTA--MICOM: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2012, Senin (18/4). Bappenas ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi sampai 6,8% pada 2012.
JAKARTA- Politisi PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Menpora DR Andi Mallarangeng terkait kasus dugaan suap terhadap Sekmenpora, Wafid Muharram yang lebih dulu ditangkap KPK."Menurutnya, pemeriksa
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendukung proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pemilihan Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada 2004.